Dari hasil penyelidikan, tersangka UFA mengakui telah melakukan kekerasan fisik sejak akhir Desember tahun lalu dengan alasan untuk mendisiplinkan korban yang berkata kotor.
"Saya pukul mulutnya. [Melakukan kekerasan] mulai Desember akhir," diakui UFA.
Baca Juga:
Pergoki Pacar Selingkuh, Mahasiswi di Surabaya Tusuk Kekasih
Akibat tindakan tersebut, korban dilaporkan mengalami luka robek di bagian mulut.
Selain kekerasan fisik, tersangka SAW juga mengakui korban kerap dikurung sendirian di dalam kamar kos saat keduanya berangkat bekerja dari pagi hingga sore hari.
"Aku kunci dia. [Dari pukul 08.00-17.00?] Iya," tutur SAW singkat.
Baca Juga:
Rumah yang Dirampas Tanpa Palu Hakim
Kasus penganiayaan itu terungkap pada Senin (9/2/2026) siang setelah tetangga kos mendengar teriakan korban yang meminta pintu dibuka karena kelaparan.
Salah satu tetangga bernama Islaha mengaku terpukul saat melihat kondisi bocah tersebut dengan luka di wajah dan rambut bagian atas yang tampak botak.
"Dia memanggil saya berkali-kali minta dibukakan pintu karena lapar. Rambutnya botak di bagian atas wajahnya penuh luka. Saya sampai menangis melihatnya," ujarnya.