"Jadi pada saat adik keluar kamar, mengangkat ke arah dapur dan ingin masuk kembali menggunakan pisau kedua, terjadi tarik menarik dengan kakak, sehingga pisaunya terjatuh," tutur Calvijn.
Kakak korban kemudian berlari ke lantai dua untuk membangunkan ayah mereka dengan cara menggedor pintu kamar.
Baca Juga:
Lindungi Anak dari Kejahatan Siber, Pemko Gunungsitoli Nobatkan "Duta Cyber Safety"
"Bapak dan kakak mengecek korban di kamar lantai satu, korban masih hidup," ujar Calvijn.
Korban sempat meminta minum, meminta didudukkan, serta meminta dipanggilkan ambulans sebelum akhirnya dibaringkan kembali ke tempat tidur.
Ambulans dari RS Colombia Asia tiba di lokasi, namun nyawa Faizah Soraya tidak dapat diselamatkan.
Baca Juga:
Seorang Anak di Nias Divonis 6 Tahun Penjara gegara Ikut Membunuh
Polisi mengamankan AL dengan kondisi kedua tangannya berlumuran darah serta menemukan dua bilah pisau, pakaian tidur, seprei, dan celana dalam pelaku yang bercak darah.
Terkait alasan pelaku membuka bajunya sebelum menyerang, polisi mengungkap pengakuan langsung dari AL.
"Ditanyakan kepada adik, kenapa baju dibuka, dengan alasan supaya tidak terkena apabila ada perlukaan-perlukaan yang ada yang menodai bajunya," kata Calvijn.