Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro Wijayanto menyebut tindakan pelaku dilakukan secara sadar tanpa gangguan kejiwaan.
"ABH melakukan tindakan dengan sadar, tidak memiliki ilusi, skizofrenia, dan NPD," ujar Bayu dikutip dari TV One, Rabu (31/12/2025).
Baca Juga:
Kasus Daycare Jogja, Anak-anak Terindikasi Gangguan Tumbuh Kembang
Ia mengungkapkan, hasil pemeriksaan psikologis menunjukkan AL memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata.
"Anak ini punya tingkat IQ superior, sering mendapat prestasi baik dan juara di sekolah," ucap Bayu.
Meski demikian, AL mengungkapkan penyesalan mendalam atas perbuatannya setelah menyadari telah kehilangan sosok ibu.
Baca Juga:
Bocah 12 Tahun Tewas Tersambar Petir Saat Main Bola di Bogor
"Saya secara khusus menemui, dari hasil pendekatan hati ke hati, dia mengutarakan telah menyesal dan bersedih," tutur Bayu.
Penyesalan itu juga disampaikan pelaku kepada keluarga terdekatnya.
"Ditanya oleh orangtua dan keluarga pun, dia menyesal karena sudah kehilangan ibunya," kata Bayu.