WAHANANEWS.CO, Jakarta – Polisi menetapkan enam tersangka dalam kasus pengeroyokan yang menewaskan dua orang debt collector (mata elang). Keenam tersangka tersebut merupakan anggota Polri.
Pihak kepolisian menetapkan enam tersangka pengeroyokan yang terjadi di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/12), hingga menyebabkan dua orang debt collector berinisial MET dan NAT meninggal dunia.
Baca Juga:
Ditanya Pelapor, Kompol Ras Maju Tarigan Diam Seribu Bahasa, RRN Bakal Lapor ke Propam
Keenam tersangka diketahui merupakan anggota pelayanan markas di Mabes Polri. Sebagai anggota Polri, para tersangka juga akan dikenakan sanksi pelanggaran etik berat.
"Penyidik telah menetapkan enam orang tersangka yang diduga terlibat dalam rangkaian tindak pidana tersebut," kata kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (13/12/2025).
Trunoyudo menjelaskan keenamnya tercatat merupakan anggota Pelayanan Masyarakat (Yanma) Mabes Polri.
Baca Juga:
Geger! Jasad Pria Membusuk Ditemukan Mengambang di Kali Ciliwung Jaksel
"Enam orang anggota Polri, di sini adalah anggota pada satuan pelayanan markas di Mabes Polri, sebagai terduga pelanggar berinisial Brigadir IAM, Bribda JLA, Bribda RGW, Bribda IAB, Bribda BN, dan Bribda AM," katanya.
Ia menambahkan keenam anggota tersebut dijerat dengan Pasal 170 ayat (3) KUHP tentang tindak kekerasan bersama di muka umum (pengeroyokan) yang mengakibatkan kematian.
"Polri menegaskan bahwa proses penyidikan ini masih berjalan, kami berkomitmen untuk serius mengungkap kasus kriminal kepada siapapun dan tidak pandang bulu," kata Trunoyudo.