"Sehingga pada saat itu juga, berhasil dilakukan penangkapan oleh tim gabungan," katanya.
Wahyu mengatakan pihaknya turut mengamankan sejumlah barang bukti saat proses penangkapan. Rinciannya yakni, empat buah handphone, identitas palsu berupa KTP, KK, akta kelahiran atas nama Sulaiman yang beralamat di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh.
Baca Juga:
Janji Palsu Proyek Bendungan di NTT, Buronan Penipuan Rp275 Juta Dibekuk Polisi
Kemudian, dua buku rekening BCA atas nama Sulaiman, dan satu buah kartu debit BCA, dan dua buah kartu debit Prum Thai Bank. Polisi masih mendalami pihak yang membantu penerbitan identitas palsu milik Chaowalit.
Selama pelarian di Indonesia, Wahyu menyebut Chaowalit dibantu delapan warga lokal. Mereka mulai dari ojek online, sopir taksi, agen pengiriman uang, hingga jasa sewa kapal.
Kini polisi juga masih mendalami dugaan keterkaitan Chaowalit dengan buronan gembong sindikat peredaran narkoba internasional asal Indonesia, Fredy Pratama. Namun, polisi memastikan telah menjalin kerja sama dengan polisi Thailand untuk membantu penangkapan Fredy Pratama.
Baca Juga:
8 Tahun Buron, Terpidana Kasus KDRT di Kepulauan Riau Ditangkap Kejari Gunungsitoli di Sirombu
Polisi telah mengendus keberadaan Fredy saat ini di sebuah wilayah perbatasan Thailand dan Burma. Tim gabungan Polri dalam waktu dekat akan terbang ke Thailand untuk melanjutkan pencarian Fredy.
"Nanti Pak Audi [Kabag Jianter Dishub Inter] dan Pak Wadir [Wadir Tipidnarkoba] dan tim Fredy akan berangkat bareng dengan tersangka ke sana [Thailand], " kata Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mukti Juharsa.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.