Tetapi sejak September sampai Desember 2023 ini, P tidak pernah lagi membayar uang kontrak karena alasan belum ada uang.
“Tiap bulan saya selalu ingatkan sudah waktunya bayar. Dia minta maaf belum bisa bayar, lagi usaha sama istri mau jual motor,” kata Asmaro, melansir Republika, Kamis (7/12/2023).
Baca Juga:
Dua Tahap Pembunuhan, Polisi Bongkar Cara AS Habisi Ibu dan Saudaranya di Warakas Jakut
As mengaku jarang sekali bertemu dengan istri P lantaran bekerja sejak pagi sampai malam. Sedangkan P setiap hari selalu ada di rumah menjaga ke empat anaknya, yakni V (6 tahun), S (4 tahun), A (3 tahun) dan A (1 tahun).
Pernah suatu ketika, Asmaro berinisiatif mendatangi rumah tersebut pada hari libur untuk mengultimatum agar segera melunasi tunggakan kontrakan selama 4 bulan.
Namun, begitu sampai di rumah P, Asmaro gagal mengultimatum begitu melihat ke empat anaknya yang masih kecil-kecil.
Baca Juga:
Istri Muda Tewas di Tangan Suami, Polisi Ungkap Kekerasan Brutal di Asahan
“Kadang-kadang kalau dia libur saya ke situ, saya nggak tega lihat anak kecil-kecil. Saya manusiawi kok,” ungkapnya.
Namun, setelah menerima laporan tentang kejadian Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di rumah P, Asmaro merasa bahwa kesabarannya telah habis.
Ia telah memutuskan untuk menyuruh keluarga tersebut pindah, mengingat dapat mengganggu ketentraman warga.