WAHANANEWS.CO, Jakarta - Aksi pencurian berujung pembunuhan brutal mengguncang Cilegon setelah seorang bocah 9 tahun tewas bersimbah darah di rumah mewahnya, dan polisi mengungkap terduga pelaku merupakan spesialis pembobol rumah elite.
Pria berinisial HA (31), terduga pelaku pembunuhan anak politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Maman Suherman, diketahui kerap menyasar rumah-rumah mewah saat menjalankan aksinya.
Baca Juga:
Tagih Utang Rp 1 Juta, Pria di Makassar Tewas Ditikam Adik Kandung
Saat beraksi, terduga pelaku yang kini telah ditangkap polisi itu diduga secara keji menusukkan senjata tajam berkali-kali ke tubuh korban yang masih berusia 9 tahun.
"Pelakunya spesialis curat ya, pencurian dengan pemberatan, rumah kosong, sasarannya rumah yang bagus," ujar Kapolda Banten Irjen Pol Hengki di Cilegon, Sabtu (3/1/2025).
Hingga kini, kepolisian belum membeberkan secara rinci kronologi lengkap pembunuhan anak yang terjadi di dalam rumah mewah kawasan BBS 3, Cilegon, Banten.
Baca Juga:
Kekerasan Rumah Tangga dan Game Online, Fakta Lengkap Kasus Siswi SD Bunuh Ibu
Kapolda Banten menyatakan seluruh detail kasus akan disampaikan setelah proses penyidikan dinyatakan rampung dan berkas perkara lengkap.
"Masih didalami, masih diperiksa, nanti akan kita rilis," terangnya.
Terkait kemungkinan adanya pelaku lain, Hengki mengaku belum dapat memastikan dan meminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.
"Mudah-mudahan enggak ada tersangka lain," jelasnya.
Sebelumnya, Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Darmawan mengungkapkan HA ditangkap saat diduga melakukan pencurian di rumah eks anggota DPRD Cilegon Roisudin Sayuri pada Jumat (3/1/2025).
Dari penangkapan tersebut, polisi mengungkap identitas pelaku yang diketahui merupakan warga Palembang, Sumatera Selatan, dan tinggal di Perumahan Bumi Rakata, Cilegon.
Polisi juga membenarkan bahwa HA bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan swasta di Cilegon, meski detail pekerjaannya belum didalami lebih jauh.
Anak politikus PKS Cilegon Maman Suherman berinisial MAMH ditemukan tewas di rumah mewahnya di Perumahan BBS 3, Cilegon, pada Selasa (16/12/2025).
Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di lantai satu rumah dan mengalami 19 luka akibat senjata tajam serta benda tumpul.
Polisi sempat mengalami kesulitan mengungkap kasus ini karena kamera CCTV di rumah korban diketahui tidak berfungsi sejak 2023 dan tidak adanya petugas keamanan di lingkungan tersebut.
Dalam proses penyelidikan, penyidik telah memeriksa sedikitnya 18 saksi yang terdiri dari anggota keluarga korban hingga para tetangga sekitar lokasi kejadian.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini].