Nama kelima, imbuh dia, adalah Luca Traini yang merupakan pelaku penembakan bermotif rasial di Macerata, Italia 2018.
β(Luca Traini) berafiliasi dengan ideologi ekstrem kanan,β ucapnya.
Baca Juga:
Bakti TNI AD Untuk Rakyat, Danrem 042/Gapu Resmikan Karya Bakti Skala Besar di Sarolangun
Nama terakhir adalah Brenton Tarrant, pelaku serangan teror di Christchurch, Selandia Baru pada tahun 2019.
Selain nama, anak tersebut juga menuliskan #ZERO DAY dan TCC pada tasnya.
Mayndra menjelaskan, istilah #ZERO DAY sering dipakai dalam subkultur kekerasan ekstrem dan merujuk pada hari eksekusi serangan.
Baca Juga:
Polda Jambi Tanam Pohon dalam Road to Presisi Merdeka Run 2026, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan
βIni juga terkait dengan narasi film Zero Day tentang penembakan sekolah,β imbuhnya.
Sementara itu, TCC mengacu pada True Crime Community, sebuah komunitas yang menyebarkan paparan ekstremisme dan ideologi kekerasan.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa anak tersebut merupakan korban perundungan dan memiliki keinginan untuk balas dendam terhadap teman-temannya yang kerap kali melakukan perundungan terhadapnya. Selain itu, sang anak juga diduga kuat menghadapi masalah keluarga.