WAHANANEWS.CO, Jakarta - Isu teror “pocong” yang membuat warga Tangerang resah akhirnya direspons kepolisian, dan aparat memastikan fenomena yang viral di media sosial itu diduga merupakan modus kriminal untuk menakut-nakuti penghuni rumah agar membuka pintu.
Dalam unggahan yang beredar, aksi tersebut disebut terjadi di Kecamatan Rajeg dengan pelaku diduga menyamar menyerupai pocong untuk menciptakan kepanikan di lingkungan permukiman.
Baca Juga:
Ritel Modern Jual Obat, Konsumen Diminta Waspadai Risiko Tersembunyi
Setelah penghuni rumah panik dan membuka pintu, pelaku diduga melancarkan aksi pencurian atau perampokan.
Menyikapi kabar yang menimbulkan keresahan itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah meminta masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.
“Tingkatkan kewaspadaan, namun tenang dan tidak panik serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum tervalidasi dengan tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya,” kata Indra Waspada, Selasa (19/5/2025).
Baca Juga:
Noel Menyesal Tak Korupsi Lebih Banyak, Tuntutan Cuma Beda Setahun
Menurutnya, teror semacam itu diduga sengaja dilakukan untuk menciptakan rasa takut di tengah masyarakat agar situasi lingkungan menjadi tidak kondusif.
“Jangan sampai masyarakat merasa takut yang justru dimanfaatkan untuk melakukan tindak pidana seperti pencurian maupun perampokan,” katanya.
Untuk menjamin keamanan warga, Polresta Tangerang akan meningkatkan patroli melalui Bhabinkamtibmas bersama Babinsa dan perangkat lingkungan, terutama pada malam hingga dini hari.
Masyarakat juga didorong kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan atau siskamling sebagai langkah pencegahan di tingkat permukiman.
“Kami juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali ronda atau siskamling. Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ungkapnya.
Kapolresta Tangerang juga meminta warga segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan ke kantor polisi terdekat atau melalui layanan darurat 110 yang siaga selama 24 jam.
Meski belum ada kesimpulan final, pihak kepolisian memastikan proses penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik aksi yang viral tersebut.
“Kami tetap melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui siapa pelakunya serta apa motif sebenarnya,” pungkasnya.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]