Anto mengaku selama berumah tangga telah memiliki tiga anak kandung dan dua anak sambung. Anto bahkan sempat mendapatkan informasi dari ketua RT setempat jika anaknya inisial AZ saat masih dalam kandungan istrinya telah dipesan oleh orang lain dan telah diberikan uang sebagai uang muka sebesar Rp 1,8 juta.
Setelah melahirkan, istri dan mertuanya sempat didatangi oleh orang pemberi uang tersebut.
Baca Juga:
Tari Pakarena, Warisan Budaya Sulawesi Selatan yang Sarat Makna Filosofis
"Saya tahu dari Pak RT, katanya waktu anak saya masih dalam kandungan sudah ada yang panjar Rp1,8 juta. Yang sudah panjar datang dan terjadi cekcok, karena bayi belum diberikan," ungkapnya.
Kemudian Anto merasa curiga setelah dirinya tidak pernah menemui anaknya berinisial AS selama kurang lebih dua bulan terakhir.
"AS ini menurut saya dia juga sudah dijual karena sudah tidak pernah datang lagi, ada dua bulan saya tidak pernah ketemu dengan anak saya," katanya.
Baca Juga:
Medan Ekstrem Terlewati, Black Box ATR 42-500 Ditemukan dalam Kondisi Utuh
Anto mengaku mendapatkan keterangan dari istrinya, MT bahwa bayi dari keluarga iparnya diambil oleh seseorang sesaat setelah melahirkan dengan diberikan uang sebesar Rp8 juta.
"Istri saya bilang waktu melahirkan iparnya itu, bayinya juga langsung ada yang ambil dan sudah dibayar Rp8 juta," tuturnya.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.