WAHANANEWS.CO, Jakarta - Meningkatnya rivalitas geopolitik di tingkat global dinilai harus menjadi momentum bagi negara-negara Asia Tenggara untuk semakin memperkuat sentralitas ASEAN.
Kawasan ini diharapkan mampu mempertahankan posisinya sebagai wilayah yang mandiri, stabil, dan tidak terjebak menjadi arena persaingan kepentingan negara-negara besar.
Baca Juga:
Menkes Targetkan Serapan Anggaran Kemenkes Tembus di Atas 95 Persen, Tata Kelola Diperbaiki
Dalam konteks tersebut, diplomasi parlemen melalui ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) dinilai memiliki peran strategis untuk menjaga komunikasi, memperkuat solidaritas antarnegara anggota, sekaligus memastikan kepentingan kawasan tetap menjadi prioritas utama di tengah dinamika politik internasional.
Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Amelia Anggraini, menegaskan bahwa kekuatan ASEAN sangat ditentukan oleh tingkat kekompakan seluruh negara anggotanya dalam menyusun arah kebijakan kawasan secara independen dan berdasarkan kepentingan bersama.
"Terkait rivalitas geopolitik global, hal ini seharusnya dapat memperkuat sentralitas ASEAN. Sentralitas ASEAN ini sangat bergantung pada seberapa solid ASEAN ke depan dalam menjaga ruang dialog dan menentukan kepentingan kawasan berdasarkan prioritasnya sendiri," ujar Amelia dikutip dari situs resmi DPR RI, Selasa (21/07/2026).
Baca Juga:
DPR Sahkan UU Pusat Finansial Internasional Indonesia, Perkuat Posisi RI di Peta Keuangan Global
Ia menilai, meningkatnya persaingan geopolitik dunia tidak boleh mengurangi independensi ASEAN dalam mengambil kebijakan strategis.
Sebaliknya, kondisi tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat posisi organisasi kawasan agar tetap menjadi aktor utama dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di Asia Tenggara.
DPR RI sendiri akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan The 17th Meeting of the ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) Caucus yang digelar secara daring pada 22 Juli 2026.
Forum tersebut mengusung tema "The Role of Parliament in Strengthening ASEAN Centrality in Navigating Complex Global Challenges", yang menitikberatkan pada peran parlemen dalam memperkuat sentralitas ASEAN sebagai fondasi bagi stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran kawasan.
Menurut Amelia, di tengah rivalitas geopolitik yang semakin tajam, ASEAN harus tetap mampu menjaga kemandiriannya dalam menentukan arah kebijakan regional.
"Asia Tenggara tidak boleh hanya menjadi arena kompetisi bagi kekuatan-kekuatan besar," tegas Politisi Fraksi Partai NasDem tersebut.
Lebih lanjut, Amelia menilai diplomasi parlemen melalui AIPA memiliki fungsi penting sebagai jembatan komunikasi yang dapat memperkuat rasa saling percaya di antara negara-negara anggota ASEAN.
Menurutnya, komunikasi yang intensif antarlembaga legislatif menjadi salah satu modal utama dalam menjaga stabilitas kawasan.
"Melalui diplomasi parlemen, AIPA dapat membantu menjaga agar jalur komunikasi tetap terbuka, membangun kepercayaan antarnegara, dan memperkuat pemahaman mengenai kepentingan bersama," kata Anggota Komisi I DPR RI ini.
Selain menjalankan fungsi diplomasi, parlemen juga memiliki peran pengawasan terhadap berbagai bentuk kerja sama ASEAN dengan negara-negara mitra.
Pengawasan tersebut dinilai penting agar seluruh bentuk kemitraan tetap berpedoman pada hukum internasional dan tidak mengganggu solidaritas kawasan.
"Parlemen juga dapat mengawasi agar kerja sama dengan mitra eksternal tetap menghormati prinsip-prinsip hukum internasional, memperkuat kapasitas kawasan, serta tidak melemahkan solidaritas ASEAN," jelasnya.
Amelia menambahkan, tantangan yang dihadapi ASEAN ke depan akan semakin kompleks, mulai dari isu keamanan dan perdamaian, perubahan iklim, hingga transformasi ekonomi dan digital.
Oleh karena itu, kekompakan seluruh negara anggota menjadi faktor utama dalam menjaga ketahanan kawasan menghadapi berbagai dinamika global.
"Kekompakan ASEAN sangat penting dalam menghadapi tantangan yang semakin dinamis ke depan, baik terkait isu perdamaian, perubahan iklim, ekonomi, maupun kerja sama di bidang digitalisasi," ujarnya.
Ia berharap penyelenggaraan AIPA Caucus ke-17 tidak hanya menghasilkan rekomendasi kebijakan, tetapi juga memperkuat posisi AIPA sebagai forum diplomasi parlemen yang mampu menjaga sentralitas ASEAN sekaligus menghasilkan kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kawasan Asia Tenggara.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]