"Artinya dengan mekanisme itu, kami akan memperlancar, akan memprioritaskan yang dari Jakarta menuju ke Trans Jawa," ujarnya.
Langkah-langkah tersebut tentunya berkaitan dengan bagaimana dalam pengelolaan lalu lintas, di mana hal ini bergantung pada jumlah kendaraan yang melintas dan lain-lainnya.
Baca Juga:
Ruas Tol Sumatera Terdampak Bencana, Hutama Karya Pastikan Penanganan Cepat
"Langkah-langkah ini tentunya berkaitan dengan bagaimana kita mengelola traffic content.Jadi rasionya seperti apa, jumlah kendaraan seperti apa, termasuk kita gunakan teknologi digital untuk memastikan bahwa puncak arus pada H-sekian itu berharap sudah bisa lancer," ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga akan mengandalkan ruas tol fungsional, di mana untuk memecah arus kendaraan di Tol Japek, pihaknya bersama operator jalan tol, akan membuka tol fungsional yakni Tol Japek 2 Selatan.
Nantinya, tol ini akan memecah kendaraan dari atau ke Bandung dan sekitarnya tanpa perlu melewati Tol Japek. Untuk arus mudik, kendaraan dari Bandung diupayakan akan dimasukan melalui Tol Japek 2 Selatan, dari interchange (IC) Sadang hingga daerah Setu atau dekat dengan Simpang Susun (SS) Burangkeng di Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 atau ruas tol Cimanggis-Cibitung.
Baca Juga:
Jasa Marga Minta Maaf, 7 Gerbang Tol Dibakar-Layanan Ditutup Sementara
Sedangkan di arus balik, kendaraan pemudik dari Bandung yang akan Kembali ke Jakarta juga diupayakan melalui Tol Japek 2 Selatan. Skemanya pun hampir sama seperti arus mudik.
"Adanya tol fungsional, salah satunya Japek 2 Selatan, ini sangat strategi, untuk memecah kendaraan arus mudik dari Bandung, nanti akan dimasukkan di Sadang, tidak harus ke KM 66. Apalagi pada saat arus balik, jadi dari Sadang tidak usah sampai ke crossing di Cikampek, dia langsung belok ke Japek 2 Selatan menuju Setu," terangnya.
[Redaktur: Alpredo Gultom]