WahanaNews.co | Menghadapi tantangan penyediaan pangan murah dan berkualitas, Pemerintah mengajak perempuan terlibat di sektor pertanian guna mendongkrak produksi sekaligus menekan inflasi.
Deputi II Pangan dan Agribisnis, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Musdhalifah Machmud menyampaikan sejak pandemi Covid-19 melanda, pemerintah menghadapi banyak tantangan. Salah satunya kenaikan harga-harga pangan.
Baca Juga:
KPK Lempar Wacana Koruptor Tak Usah Dikasih Makan
"Kondisi ini merupakan salah satu dampak dari pandemi Covid-19. Stabilitas harga pangan dan pemerataan stok pangan merupakan PR pemerintah," kata Musdhalifah dalam keterangannya, Jumat (1/4).
Meski demikian, Musdhalifah mengklaim Pemerintah akan menjaga ketersediaan komoditas selama bulan Ramadhan. Sebab sudah menjadi rahasia umum bahwa selama bulan Ramadhan tentunya kebutuhan masyarakat akan meningkat.
"Kami berharap ada pasar murah yang dapat membantu masyarakat untuk menyediakan barang kebutuhan masyarakat dengan harga yang terjangkau dan barang yang berkualitas. Serta dapat pula membantu mempromosikan produk-produk unggulan dari UMKM," ujar Musdhalifah.
Baca Juga:
APUK Dairi Gelar Talkshow Peran Perempuan dalam Keberlanjutan SDA dan Pameran Produk Lokal
Menanggapi isu harga pangan, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo, Septriana Tangkary mengajak perempuan Indonesia memperkuat sektor pertanian di era digital.
Septriana meyakini perempuan memiliki kekuatan sentral dalam menggerakkan perekonomian nasional. Perempuan selama ini unggul jumlah populasi yang mengisi hampir setengah dari total penduduk Indonesia sebesar 49,5 persen.
"Berdasarkan catatan Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM pada tahun 2019 mencapai 65,47 juta unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 64,5 persen dikelola oleh perempuan," kata Septriana.