Dalam kesempatan tersebut, Bahlil turut memaparkan sejumlah data terkait kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta peran sektor ini dalam menciptakan lapangan kerja di Indonesia.
"Kalau kita lihat data pertumbuhan ekonomi kita kontribusi UMKM terhadap Gross Domestic Product (GDP) itu 60% dari UMKM. Lapangan pekerjaan kita dari 132 juta, 120 jutanya itu UMKM dari total jumlah pengusaha. Dari 100%, 97 sampai 98% itu UMKM, jumlahnya 64 sampai 65 juta," jelasnya.
Baca Juga:
DPR Desak Pemerintah Percepat Pemerataan Listrik hingga Pelosok Desa
Menurut Bahlil, ketahanan sektor UMKM juga telah terbukti ketika Indonesia menghadapi krisis ekonomi pada periode 1998–1999.
Pada masa tersebut, ketika inflasi melonjak dan defisit ekonomi meningkat, sektor UMKM justru mampu bertahan dan menjadi penopang perekonomian nasional.
"Waktu Indonesia krisis ekonomi tahun 1998-1999, inflasi kita mencapai 83%, defisit ekonomi kita 13% cadangan defisit kita tinggal USD17 miliar dan yang menjadi tulang punggung dan mempertahankan ekonomi nasional kita ya UMKM," tegasnya.
Baca Juga:
Kerja Sama Dagang RI–AS Menguat, Investasi Mineral Wajib Bangun Smelter di Dalam Negeri
Sementara itu, Penasehat DWP Kementerian ESDM Sri Suparni Bahlil menyampaikan bahwa bazar Ramadan ini dapat terselenggara berkat kerja sama berbagai pihak di lingkungan Kementerian ESDM serta dukungan sejumlah instansi terkait.
Melalui kegiatan ini diharapkan muncul dampak positif bagi masyarakat, khususnya bagi para pelaku UMKM yang membutuhkan ruang untuk memperkenalkan produk mereka kepada lebih banyak konsumen.
Bazar Semarak Ramadan 2026 mengusung tema "UMKM Tangguh Energi Tumbuh".