BPBD Kabupaten Batang telah melakukan asesmen awal di lapangan serta berkoordinasi dengan instansi terkait. Sementara itu, pendataan kerugian material masih terus dilakukan oleh tim kaji cepat.
Banjir juga melanda Kabupaten Pemalang sejak Jumat (16/1/2026). Curah hujan tinggi menyebabkan Sungai Comal meluap dan menggenangi permukiman warga di tiga kecamatan, yakni Ulujami, Randudongkal, dan Petarukan. Ketinggian air tercatat berkisar antara 40 hingga 150 sentimeter.
Baca Juga:
BNPB Tetapkan Bantuan Rp 60 Juta untuk Rumah Rusak Berat Akibat Banjir Sumatera
Sebanyak 13.178 jiwa terdampak, dan 92 warga di antaranya harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, BPBD Kabupaten Pemalang mendirikan dapur umum di Desa Kendalrejo dan Balai Desa Mojo.
Pada Sabtu (17/1/2026), banjir di Kecamatan Randudongkal dilaporkan telah surut, sementara genangan masih bertahan di Kecamatan Ulujami dan Petarukan.
Baca Juga:
Sepekan Bencana: Kebakaran Hutan Meluas dan Cuaca Ekstrem Rusak Ratusan Rumah
Di Kabupaten Pekalongan, hujan lebat yang terjadi pada Sabtu (17/1/2026) dini hari disertai limpasan Sungai Bremi mengakibatkan banjir di Kecamatan Pekalongan Timur, Pekalongan Barat, dan Pekalongan Selatan. Tinggi genangan air mencapai 20 hingga 100 sentimeter.
BPBD Kabupaten Pekalongan segera melakukan evakuasi warga serta mengaktifkan posko kebencanaan. Sebanyak 800 warga terpaksa mengungsi dan tersebar di tujuh titik pengungsian.
Banjir di wilayah ini juga berdampak pada sektor transportasi, khususnya layanan kereta api.