Di Indonesia, El Nino umumnya berdampak pada penurunan curah hujan, meskipun efeknya sangat dipengaruhi oleh kondisi suhu laut di wilayah perairan nasional.
Sebaliknya, La Nina cenderung meningkatkan curah hujan, terutama jika suhu permukaan laut di Indonesia juga mengalami pemanasan.
Baca Juga:
Menkes Ungkap Anomali BPJS, Masih Ada Orang Kaya Terima Bantuan PBI
Ditegaskan pula bahwa kekuatan El Nino diukur dari anomali suhu permukaan laut di wilayah Nino 3,4 dengan klasifikasi tertentu mulai dari lemah hingga sangat kuat.
“BMKG tidak pernah merilis istilah El Nino Godzilla. Itu hanya istilah publik untuk menggambarkan El Nino yang sangat kuat dengan anomali suhu lebih dari 2 derajat Celcius,” katanya.
Istilah populer tersebut merujuk pada kejadian El Nino ekstrem seperti yang pernah terjadi pada 1997 dan 2015, namun bukan terminologi resmi lembaga meteorologi.
Baca Juga:
FBI-Polri Bongkar Jaringan Phishing Global, Nilai Penipuan Tembus Rp 342 Miliar
Dipastikan oleh BMKG, pada 2026 tidak ada indikasi menuju super El Nino, melainkan hanya potensi El Nino lemah yang mulai berkembang pada paruh kedua tahun.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan penurunan curah hujan di sejumlah wilayah yang rawan kekeringan.
“Informasi perkembangan ENSO akan terus kami perbarui secara berkala agar masyarakat dapat melakukan langkah antisipasi secara dini,” kata Teguh.