Dampak tersebut terlihat ketika pelaksanaan MBG sempat berhenti selama tiga pekan akibat masa libur sekolah sehingga hasil produksi petani dan peternak tidak terserap seperti biasanya.
"Ia juga melihat sendiri bagaimana MBG menghidupkan ekonomi rakyat. Ketika program berhenti selama tiga minggu libur sekolah, petani dan peternak mengeluh hasil produksinya tidak terserap," sambung Dirgayuza.
Baca Juga:
Dilantik Penuh Haru, Kini Mundur dengan Alasan Pilu, Ini Jejak Singkat Nanik Deyang Selama Jadi Kepala BGN
Pedagang pasar juga ikut merasakan dampak penghentian sementara program karena permintaan terhadap sayuran dan buah-buahan mengalami penurunan.
Kondisi tersebut menyebabkan sebagian pedagang harus membuang komoditas yang tidak terjual setelah kehilangan pembeli dari jaringan pelaksana program MBG.
"Pedagang pasar harus membuang sayur dan buah karena kehilangan pembeli," ujarnya.
Baca Juga:
Nasib Proyek Motor Listrik Mangkrak BGN Senilai Rp1 Triliun Bakal Dibagi-Bagi
Nanik S Deyang sebelumnya dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (8/6/2026).
Nanik menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya memimpin lembaga pelaksana Program Makan Bergizi Gratis tersebut.
Pelantikan Nanik dilakukan bersamaan dengan pengangkatan Agustina Arumsari dan Mayjen TNI (Purn) Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.