Dalam situasi tersebut, tim SAR gabungan akan melakukan evakuasi melalui jalur darat meskipun membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar.
"Apabila kondisi tidak memungkinkan jalur udara. Maka evakuasi dilakukan melalui jalur darat oleh tim SAR gabungan,” ujarnya.
Baca Juga:
Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Menteri Pariwisata Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi
Selain mengevakuasi jenazah korban yang telah ditemukan, Basarnas juga merencanakan pengangkatan sejumlah bagian pesawat dari lokasi kejadian.
Langkah ini dilakukan untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan.
Syafii menambahkan bahwa proses evakuasi tidak hanya berfokus pada korban, tetapi juga mencakup serpihan pesawat yang dinilai penting bagi kebutuhan investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Baca Juga:
Basarnas Hentikan Operasi Pencarian Korban Banjir di Sejumlah Wilayah Aceh
“Jadi, evakuasi dilakukan tidak hanya terhadap penumpang. Tetapi juga terhadap body part pesawat yang diperlukan untuk kepentingan investigasi oleh KNKT,” katanya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.