Berbagai upaya tanggap darurat dilakukan, mulai dari pendirian 117 pos pengungsian hingga penyediaan layanan kesehatan gratis, dapur umum, serta distribusi air bersih bagi masyarakat.
“Lebih dari tiga juta porsi yang kita salurkan selama masa tanggap darurat, sejak hari pertama sampai dengan pada saat tanggap darurat itu dianggap selesai,” ungkap Kiai Noor.
Baca Juga:
Meski Gencatan Senjata Berlaku, Operasi Kemanusiaan di Gaza Masih Terganggu
Menurutnya, saat ini penanganan bencana telah memasuki fase pemulihan.
Oleh karena itu, bantuan kemanusiaan yang diterima BAZNAS akan difokuskan pada pembangunan hunian tetap bagi korban terdampak, penyediaan perlengkapan pendidikan, rehabilitasi masjid dan musala, serta penciptaan lapangan kerja untuk memulihkan kehidupan masyarakat.
“Hunian tetap (huntap) pertama yang akan kita bangun di Tapanuli Selatan, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa dibangun hunian tetap yang kami namakan Kampung Cahaya Zakat, juga nanti akan ada masjid dan sekolah juga,” ujarnya.
Baca Juga:
WHO Peringatkan Krisis Kelaparan di Gaza Masih Mengancam Meski Tak Masuk Kategori Fase Kelaparan
Dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi masyarakat terdampak, BAZNAS juga akan menggandeng pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program ZMart dan ZChicken.
Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan sekaligus membuka lapangan kerja baru.
“Dan untuk UMKM kami juga akan ada ZChicken dan ZMart. Ini juga merupakan program kami di BAZNAS untuk menyiapkan lapangan kerja bagi mereka. Kami tidak hanya memberikan modal tetapi juga ada pendampingan sampai mereka benar-benar mandiri,” jelas Kiai Noor.