Iran juga pernah mengalami tragedi serupa saat pemakaman Komandan Garda Revolusi Jenderal Qassem Soleimani pada 2020. Sedikitnya 56 orang tewas dan lebih dari 2.000 lainnya terluka akibat berdesakan.
Digelar di Tengah Negosiasi Damai yang Masih Rapuh
Baca Juga:
Menhan Israel Ancam Pemimpin Iran, Sebut Nasib Khamenei Jadi Peringatan
Prosesi pemakaman berlangsung ketika kesepakatan sementara yang dicapai Iran dan AS pada Juni masih menghadapi berbagai tantangan.
Perjanjian interim tersebut memberikan waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan penyelesaian permanen perang, termasuk mengenai masa depan program nuklir Iran dan status Selat Hormuz.
Pembicaraan teknis telah dimulai pekan ini di Qatar. Namun proses negosiasi disebut masih menghadapi hambatan besar akibat perbedaan pandangan yang mendalam antara kedua pihak.
Baca Juga:
Eks Presiden Rusia Sebut Iran Punya Senjata Setara Nuklir, Tapi Bukan Bom!
Selain itu, beberapa hari terakhir juga kembali terjadi saling serang pernyataan antara Washington dan Teheran terkait masa depan Selat Hormuz, sehingga memperlihatkan bahwa jalan menuju kesepakatan damai permanen masih penuh tantangan meskipun gencatan senjata sementara masih berlaku.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.