WAHANANEWS.CO, Jakarta - Dugaan penyelewengan di Badan Gizi Nasional (BGN) ternyata sudah lebih dulu masuk ke meja Presiden Prabowo Subianto hingga mendorong kepala negara memanggil pimpinan lembaga pengawas dan pelacak transaksi keuangan untuk melakukan penelusuran mendalam.
Saat menghadiri Konsolidasi Nasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026), Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima sejumlah laporan mengenai kejanggalan dan indikasi penyimpangan yang diduga melibatkan unsur pimpinan di lingkungan BGN.
Baca Juga:
Heboh Investasi Bodong di Purwokerto, OJK Langsung Panggil Direksi Bank Mantap
"Jadi, memang sudah beberapa saat, saya mendapat laporan. Ada kekurangan-kekurangan, ada kejanggalan-kejanggalan, ada indikasi-indikasi penyelewengan-penyelewengan, dari pimpinan," kata Prabowo.
Laporan tersebut membuat Presiden segera meminta klarifikasi dan penelusuran lebih lanjut dengan melibatkan sejumlah pejabat yang memiliki kewenangan pengawasan dan analisis transaksi keuangan.
"Waktu saya mendapat laporan-laporan itu, saya panggil Kepala BPKP dan juga Kepala PPATK, dan saya panggil beberapa pejabat lain, saya tanya, 'tolong saya mendapat laporan tentang BGN'," sambungnya.
Baca Juga:
Bhabinkamtibmas Hadiri Pelepasan dan Perpisahan Siswa SMP Negeri 11 Muaro Jambi Angkatan ke-34
Menurut Presiden, kualitas kepemimpinan menjadi faktor yang sangat menentukan jalannya sebuah organisasi sehingga persoalan yang terjadi pada tingkat pimpinan berpotensi memengaruhi kinerja lembaga secara keseluruhan.
Ia menilai BGN memegang peran penting dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Program tersebut, lanjut Presiden, tidak hanya berfungsi memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga menjadi instrumen strategis yang telah digunakan banyak negara maju untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas kesehatan serta kecerdasan generasi muda.