Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan dukungan penuh terhadap lembaga pengawasan dan aparat penegak hukum yang bertugas mengusut berbagai dugaan penyimpangan penggunaan anggaran negara.
"Kepala BPKP, apa yang kau butuh? Kalau kau perlu tambahan personel, berapa saja kau butuh, saya penuhi. Ketua KPK, berapa saja yang kau perlu, lapor, saya penuhi. Jaksa Agung, berapa saja yang kau perlu, saya penuhi," tegas Prabowo.
Baca Juga:
Heboh Investasi Bodong di Purwokerto, OJK Langsung Panggil Direksi Bank Mantap
Presiden menyatakan pemerintah siap menyediakan sumber daya yang diperlukan agar lembaga-lembaga pengawasan dan penegakan hukum dapat bekerja lebih optimal dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.
"Kalau perlu yang sekian T (triliun) kau mau setor ke saya, kau pakai untuk memperkuat Jaksa Agung, ya. BPKP, KPK, semua penegak hukum harus kita perkuat," lanjutnya.
Menurut Prabowo, penguatan institusi pengawasan merupakan bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang bersih sekaligus memastikan setiap rupiah uang rakyat digunakan sesuai peruntukannya.
Baca Juga:
Bhabinkamtibmas Hadiri Pelepasan dan Perpisahan Siswa SMP Negeri 11 Muaro Jambi Angkatan ke-34
Presiden menegaskan bahwa tidak boleh ada toleransi terhadap praktik penyalahgunaan anggaran karena hal tersebut dapat merusak kepercayaan publik terhadap negara dan pemerintah.
"Saya tidak mau NKRI dilecehkan. Saya tidak mau bahwa pemerintah Republik Indonesia tidak dihormati. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan, tidak ada, tidak ada pengecualian," tegasnya.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]