Guncangan dirasakan cukup kuat selama sekitar 20 hingga 30 detik di sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Kabaruan, Damau, Melonguane, dan Salibabu.
Kondisi tersebut sempat memicu kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Baca Juga:
Lebih 3.400 Huntara Disiapkan untuk Pemulihan Banjir Aceh Timur
Sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat gempa bumi di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Sementara itu, aliran listrik yang sebelumnya sempat terputus kini telah kembali berfungsi normal.
BMKG juga mencatat adanya satu kali gempa susulan dengan magnitudo 4,6 yang terjadi setelah gempa utama.
Baca Juga:
BNPB: Bencana Hidrometeorologi Masih Mendominasi, Sejumlah Daerah Dilanda Banjir
Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Talaud terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa guna memantau situasi terkini, mengevaluasi dampak lanjutan, serta memastikan keamanan warga di wilayah terdampak.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau berpotensi roboh.
Warga juga diminta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi serta selalu mengikuti perkembangan resmi dari BMKG, BNPB, dan BPBD setempat terkait potensi gempa susulan.