“Tadi juga banyak masyarakat yang ingin tinggal menumpang di rumah sanak saudara sementara dan kita berikan DTH untuk tiga bulan. Jika huntapnya belum jadi, maka kita tambahkan pemberian DTH nya untuk menyewa tempat tinggal atau di rumah saudaranya,” ungkap Suharyanto.
Penyerahan huntara dan DTH menutup rangkaian agenda Kepala BNPB di Kabupaten Aceh Timur.
Baca Juga:
BNPB Salurkan Dana Tunggu Hunian Tahap Pertama kepada 86 KK Terdampak Bansor di Aceh Tamiang
Setelah itu, Suharyanto melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Aceh Utara untuk meninjau progres pembangunan jembatan di Desa Sawang yang sebelumnya terputus akibat banjir.
Jembatan tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas warga serta aktivitas perekonomian masyarakat setempat.
Selain infrastruktur penghubung, Kepala BNPB juga memastikan pembangunan hunian sementara di Aceh Utara berjalan sesuai target dan dapat diselesaikan sebelum bulan Ramadan.
Baca Juga:
Banjir dan Kekeringan Terjadi Bersamaan di Jawa Timur, BNPB Tingkatkan Kesiapsiagaan
Upaya ini diharapkan dapat memberikan kepastian tempat tinggal bagi warga terdampak sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Kehadiran Kepala BNPB di Aceh Timur menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana berjalan secara terukur dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Pendekatan turun langsung ke lapangan ini menunjukkan kehadiran negara secara nyata dalam mendampingi warga terdampak menuju pemulihan yang aman dan berkelanjutan.