BNPB juga merencanakan pelaksanaan operasi siaga dan gelar peralatan, serta menyiapkan opsi operasi modifikasi cuaca apabila kondisi cuaca ekstrem berpotensi mengganggu arus mudik dan arus balik.
Selain langkah teknis tersebut, BNPB bersama pemerintah daerah akan menerjunkan tim khusus yang dipimpin pejabat setingkat eselon I untuk melakukan pemantauan langsung di sejumlah titik yang diprediksi mengalami lonjakan aktivitas masyarakat.
Baca Juga:
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Sumbar, Jabar, Jateng, hingga Jatim
Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Raditya Jati, S.Si., M.Si. saat menghadiri Rapat Tingkat Menteri yang digelar di Kantor Kemenko PMK, Jakarta pada Kamis (12/2/2026).
Lokasi tersebut mencakup rest area, terminal, pelabuhan, bandara, hingga kawasan wisata yang menjadi tujuan favorit masyarakat selama libur lebaran.
Langkah-langkah ini merupakan agenda rutin BNPB setiap periode libur Idul Fitri sebagai bentuk mitigasi risiko dan kesiapsiagaan nasional.
Baca Juga:
Hadiri HUT ke-54 Basarnas, Kepala BNPB Apresiasi Kinerja Operasi SAR yang Membanggakan
Hal tersebut menjadi krusial mengingat mobilisasi masyarakat diperkirakan mencapai sedikitnya 100 juta orang yang akan melakukan perjalanan mudik maupun berwisata bersama keluarga.
BNPB juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan agar selalu memantau prakiraan cuaca resmi dari instansi berwenang, memahami jalur evakuasi di sepanjang perjalanan maupun di lokasi tujuan, serta memastikan kondisi kendaraan dan kesehatan seluruh anggota keluarga dalam keadaan prima sebelum berangkat.
Turut hadir dalam rapat tersebut Direktur Penanganan Darurat Wilayah I BNPB, Agus Riyanto, S.T., M.M., yang mendampingi Deputi I dalam pembahasan koordinasi kesiapsiagaan nasional menjelang Idul Fitri.