WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) kembali terjadi. Sejumlah siswa SMA Negeri 1 Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG pada Kamis (13/8/2026).
Kasus tersebut muncul ketika Badan Gizi Nasional (BGN) tengah memperketat pengawasan keamanan pangan MBG, termasuk mewajibkan setiap ompreng atau wadah makanan mencantumkan batas waktu konsumsi.
Baca Juga:
950 Dapur MBG Masuk Radar BGN, Tak Penuhi Standar Bisa Langsung Ditutup
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, pihaknya akan segera mengecek kasus yang terjadi di Berastagi, termasuk memastikan apakah makanan MBG yang dibagikan sudah dilengkapi label batas waktu konsumsi sesuai ketentuan.
"Aku cek, nanti aku cek, aku belum monitor ya karena ada rapat ini. Nanti aku cek.. Apakah dia sudah ada labelnya atau belum, apa segala macam akan kita cek, kita investigasi," kata Sudaryono saat ditemui di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Kamis (13/8/2026) melansir CNBC Indonesia.
Sudaryono menegaskan, setiap laporan keracunan MBG akan langsung ditindaklanjuti dengan investigasi. BGN juga dapat menghentikan operasional dapur yang bermasalah hingga mencopot kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Baca Juga:
BGN Tetapkan Siswa-Guru Penerima MBG Keracunan, Kepala SPPG Langsung Dicopot
"Tapi yang jelas semua keracunan itu kita langsung suspensi dapurnya, kita copot kepala SPPG-nya, kita investigasi. Kemudian kalau perlu.. kalau dia memang secara ada kesengajaan unsur ini unsur itu ya kepala SPPG-nya pun bisa kita pecat, dapurnya kita tutup permanen," tegas dia.
Melansir detikSumut, sejumlah murid SMA Negeri 1 Berastagi dilaporkan diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG. Proses evakuasi terhadap para siswa masih berlangsung.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV Zulkarnain Barus membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, dia belum memberikan keterangan lebih jauh karena proses evakuasi masih dilakukan.