“Tapi tetap hujannya akan ada tapi tidak seekstrem yang terjadi empat hari yang lalu,” ujarnya.
Dua pesawat OMC yang saat ini disiagakan di Jawa Tengah sebelumnya merupakan armada yang digunakan untuk penanganan bencana banjir dan tanah longsor di tiga provinsi di Sumatra.
Baca Juga:
Hujan Lebat Picu Banjir di Jember, Karawang Masih Tergenang dan Karhutla Terjadi di Kalteng
Armada tersebut kini dialihkan guna memperkuat upaya mitigasi di wilayah Jawa Tengah yang terdampak cuaca ekstrem.
“Jadi untuk yang OMC ini, kita akan melaksanakan terus. Mudah-mudahan dalam waktu beberapa hari ke depan, kalau memang hujannya tidak berhenti secara total, paling tidak bisa dikurangi,” harap Suharyanto yang didampingi pejabat eselon dua BNPB.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto saat melanjutkan kunjungan kerja ke pos pengungsian yang berada Balai Desa Sidoharjo, Kecamatan Pati, pada Sabtu(17/1/2026).
Baca Juga:
Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Tapin, Banjir di Malang Mulai Surut
Pada Sabtu (17/1/2026), satu pesawat Cessna melaksanakan lima sorti penerbangan dengan menebarkan bahan semai berupa NaCl seberat 4.000 kilogram dan CaO sebanyak 1.000 kilogram.
Sementara itu, satu pesawat lainnya juga melakukan lima sorti dengan total bahan semai NaCl seberat 5.000 kilogram.
Sejak pertama kali dioperasikan, kedua pesawat tersebut telah melaksanakan 21 sorti penerbangan dengan total bahan semai mencapai 21.000 kilogram.