Suasasana pengungsian warga terdampak banjir di Gedung Aula DPRD Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat (16/1/2026).
Ia mencontohkan penanganan banjir di Kota Semarang pada 2025 lalu. Saat itu, kawasan Genuk-Kaligawe sempat terendam banjir selama lebih dari satu pekan akibat hujan deras.
Baca Juga:
Normalisasi Sungai Silaga-laga, BNPB dan Pemkab Tapteng Kerahkan 4 unit Alat Berat
Namun, melalui berbagai langkah perbaikan dan pengendalian banjir, wilayah tersebut kini relatif aman dari genangan.
Hal serupa juga terjadi pada banjir besar di Kabupaten Demak pada periode 2023–2024 yang dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Wulan.
Berkat penanganan yang dilakukan secara bertahap dan terintegrasi, bencana tersebut berhasil dikendalikan agar tidak terulang kembali.
Baca Juga:
BNPB Pastikan Penanganan Cepat Korban Banjir dan Puting Beliung di Deli Serdang
Sejalan dengan pengalaman penanganan di wilayah lain, Pemerintah Pusat menegaskan bahwa seluruh upaya penanganan banjir di Kabupaten Kudus akan berorientasi pada pencegahan dan mitigasi risiko bencana.
Fokus utama yang menjadi perhatian adalah percepatan normalisasi Kali Juwana sebagai solusi jangka menengah dan panjang.
“Kali Juwana, normalisasinya yang utama untuk jangka menengah-jangka panjangnya ini bisa segera terrealisasi hingga tahun depan itu tidak terjadi lagi banjir di titik atau daerah yang sama seperti saat ini,” tambahnya.