Salah satu strategi yang dilakukan adalah memperkuat regulasi pemerintah daerah serta memperluas literasi dan kesadaran masyarakat terkait jaminan sosial ketenagakerjaan hingga ke tingkat komunitas.
BPJS Ketenagakerjaan juga menggandeng organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, RT/RW, hingga berbagai elemen sosial untuk memperluas cakupan kepesertaan.
Baca Juga:
Gagal Dapat Kursi Berjemur, Turis Menang Gugatan Rp17 Juta saat Liburan
"Untuk mendorong kepada masing-masing pekerja rentan ini kami juga membuat gerakan RT/RW Sadar Jamsos. Ini sebagai titik simpul terdepan yang akan mempermudah para pekerja rentan untuk mengakses layanan kami dan sekaligus ikut menjadi peserta kami," jelas Saiful.
Selain memperluas kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan juga menerapkan strategi 3C yang meliputi coverage, care, dan credibility.
Pada aspek coverage, BPJS Ketenagakerjaan memperluas perlindungan berbasis komunitas dan ekosistem terutama bagi pekerja informal.
Baca Juga:
Usai Divonis 7 Tahun, Ammar Zoni Dipindahkan ke Nusakambangan
Sementara pada aspek care, BPJS memastikan kualitas layanan dan manfaat program dapat dirasakan cepat dan mudah oleh peserta.
Sedangkan dari sisi credibility, penguatan tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas terus dilakukan guna menjaga kepercayaan publik terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Saiful berharap Paritrana Award 2025 dapat menjadi gerakan kolaboratif berkelanjutan dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di seluruh Indonesia.