Aji menambahkan, masyarakat bisa berkontribusi dengan membawa botol minum isi ulang, menggunakan tas belanja ramah lingkungan, serta memilah sampah sejak dari rumah.
Langkah-langkah kecil ini sangat penting untuk menekan jumlah plastik di lingkungan dan mencegah terbentuknya lebih banyak mikroplastik di masa mendatang.
Baca Juga:
Kolaborasi BPJS Kesehatan dan BRIN Dorong Kebijakan JKN Berbasis Data
Mikroplastik sendiri adalah partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter hingga satu mikrometer.
Karena ukurannya yang sangat kecil dan sulit terurai, partikel ini dapat bertahan lama di alam serta berpindah lintas media dari udara ke tanah hingga ke perairan.
Secara umum, mikroplastik dibedakan menjadi dua jenis: mikroplastik primer, yaitu partikel yang sejak awal berukuran kecil seperti microbeads dalam produk kosmetik dan pembersih; serta mikroplastik sekunder, yakni partikel hasil pecahan plastik besar seperti kantong plastik, botol minum, hingga jaring nelayan.
Baca Juga:
Raksasa di Bawah Bandung, Sesar Lembang Menyimpan Energi Gempa M 7
Dengan temuan ini, para peneliti menegaskan pentingnya upaya bersama antara pemerintah, industri, dan masyarakat dalam mengurangi sumber plastik dan memperkuat sistem daur ulang.
Jika tidak, mikroplastik akan terus berputar dalam siklus kehidupan, mengancam ekosistem dan kesehatan manusia secara perlahan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.