Aktivitas Madden–Julian Oscillation juga diprakirakan aktif melintasi sejumlah wilayah dan mendorong peningkatan pertumbuhan awan hujan.
Selain MJO, gelombang ekuator turut terpantau aktif dan berperan memperkuat proses konvektif di beberapa kawasan.
Baca Juga:
Puluhan Desa Terendam, BNPB Imbau Waspada Ancaman Cuaca Ekstrem
BMKG menyebut kombinasi MJO, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator aktif di berbagai lokasi sehingga meningkatkan potensi hujan di wilayah sekitarnya.
Pada saat yang sama, terpantau Siklon Tropis Nokaen di Laut Filipina bagian utara Maluku Utara yang diperkirakan menguat.
Siklon Tropis Nokaen diprakirakan memiliki kecepatan angin maksimum 35 knot dengan tekanan udara 1000 hPa dan bergerak ke arah timur laut.
Baca Juga:
Musim Hujan Picu Serangkaian Bencana, BNPB Minta Masyarakat Tetap Waspada
Menurut BMKG, siklon tropis tersebut memengaruhi pembentukan pola angin terutama di wilayah utara Indonesia bagian timur.
Selain itu, terdapat Bibit Siklon Tropis 97S yang diprakirakan bergerak persisten dengan kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara 1000 hPa.
Bibit siklon tropis tersebut memengaruhi pola angin, termasuk pembentukan daerah konfluensi dan konvergensi memanjang di sejumlah lokasi.