Green and Food Recycling Plaza dikelola oleh organisasi nirlaba Hanato Midori no Network Toyonaka.
Organisasi ini mengolah limbah menjadi kompos berkualitas tinggi yang digunakan untuk pertanian, penghijauan kota, serta keperluan sekolah.
Baca Juga:
Operasional Ratusan Juta Per Minggu, Menu MBG di Raja Ampat Tak Sesuai dengan Standar Gizi yang Ditetapkan
Proses pembuatan kompos dilakukan dengan mencampurkan limbah makanan dengan serpihan ranting pohon untuk meningkatkan kualitasnya.
Pengelolaan Sampah
Mercy menyarankan agar sekolah-sekolah di Indonesia mulai menerapkan sistem serupa dengan membentuk fasilitas pengomposan sendiri.
Baca Juga:
BPKN Dukung Evaluasi Program MBG Ramadan, Mufti Mubarok: Langkah BGN Tepat Demi Perlindungan Konsumen
Sekolah dapat melibatkan guru dan siswa dalam memilah serta mengolah sampah organik dan anorganik, menjadikannya bagian dari program edukasi lingkungan.
Kompos yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk penghijauan di taman sekolah.
Jika volume sampah cukup besar, sekolah dapat bekerja sama dengan komunitas, sektor swasta, atau organisasi nirlaba untuk mendukung pengelolaan limbah yang lebih efektif.