Menurut Gaudens, tema Festival Caci Diaspora Manggarai tahun ini adalah, REKO B'EO TANAH KUNI AGU KALO. Mencintai dan merawat nilai- nilai budaya. Cinta budaya adalah cinta nilai (spiritualitas) kehidupan. Merawat budaya adalah merawat nilai dasar kehidupan.
“Kita wajib menjaga, membangun, merawat nilai budaya Manggarai sebagai tanah kelahiran tempat kita berasal. Ungkapan ini mengingatkan setiap orang Manggarai agar tidak lupa ( neka hemong tanah Kuni agu kalo - tanah Manggarai) sebagai identitas dan asal-usulnya, meski sedang merantau jauh,” ujarnya.
Baca Juga:
639 Lulusan IT PLN Siap Jawab Kebutuhan Kompetensi SDM Untuk Transisi Energi
Gaudens menambahkan meski tampak seperti saling pukul & tangkis, caci diatur oleh norma dan etika ketat yang ditutun nilai-nilai luhur budaya. Gaudens menilai caci sebagai warisan budaya dan spiritual yang perlu dilestarikan, serta meminta dukungan pemerintah agar tradisi ini berkelanjutan.
Ketua panitia Festival Budaya Pentas Caci 2026, Libertus Jehani, menjelaskan festival berlangsung sejak pukul 08.00 hingga sore hari. Acara diselenggarakan bekerja sama dengan beberapa Komunitas Diaspora Manggarai Se-Jabodetabek.
Selain pentas caci dan danding, kegiatan diisi kirab budaya dan tarian khas Manggarai termasuk Ndundudake yang dibawakan oleh kelompok diaspora muda Manggarai yang sebagian besar adalah mahasiswa mahasiswi.
Baca Juga:
Penampakan Baru TMII Setelah Revitalisasi, Cocok Untuk Liburan Sekolah
Rangkaian pentas budaya ini akan diakhiri dengan goyang massal terpimpin dengan lagu-lagu seperti "Sini Senang" dan "Kokor Gola."
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.