Permasalahan Sinyal dan Operasional Kereta Api
Selain pertanyaan mengenai taksi, sebagian besar sidang berfokus pada alasan mengapa kereta Argo Bromo Anggrek tetap melaju meskipun kereta lain sudah berhenti di jalur yang sama.
Baca Juga:
Komisi V DPR Desak Pemerintah Transparan Ungkap Penyebab Tabrakan Kereta di Bekasi
Menurut KNKT, tabrakan antara taksi listrik dan kereta komuter KRL tujuan Jakarta terjadi pada pukul 20:48:29. Namun, pada pukul 20:50:43, kereta Argo Bromo Anggrek masih mendapat lampu hijau untuk melanjutkan perjalanan melalui Stasiun Bekasi. Hanya 3 menit dan 43 detik setelah tabrakan pertama, kereta tersebut menabrak PLB 5568 yang berhenti di Bekasi Timur.
KNKT juga mencatat bahwa PLB 5568 berjalan sekitar delapan menit lebih lambat dari jadwal, sementara kereta Argo Bromo Anggrek beroperasi tiga menit lebih cepat dari jadwal kedatangannya di Stasiun Bekasi Timur.
Selama sidang tersebut, salah satu anggota DPR mempertanyakan mengapa setelah tabrakan antara taksi listrik dan kereta komuter KRL terjadi, sinyal di jalur sebelah tetap hijau dan tidak berubah menjadi merah untuk menghentikan kereta yang datang.
Baca Juga:
KNKT Bongkar Kendala Investigasi Tragedi Kereta Bekasi Timur: Data Digital Sulit Dibuka
Menanggapi hal itu, KNKT menjelaskan bahwa sistem pengiriman di Stasiun Bekasi hanya bertanggung jawab atas pergerakan kereta hingga titik 14T. Akibatnya, sinyal J12 masih dapat menampilkan lampu hijau meskipun PLB 5568 masih berhenti lebih jauh di jalur tersebut.
Selain sistem sinyal utama, KNKT juga mengungkapkan masalah yang melibatkan sinyal bantu di lokasi kecelakaan.
Soerjanto menjelaskan kecelakaan terjadi pada malam hari di daerah yang dikelilingi oleh banyak sumber cahaya dari pasar dan rumah-rumah penduduk di sekitar lokasi.