"Masinis mengalami kesulitan membedakan sinyal sebenarnya karena cahaya putih di sekitarnya berasal dari kios pasar dan rumah-rumah di dekat rel," ujarnya.
Adapun di sekitar lokasi sinyal UB104, terdapat sumber cahaya dari rumah-rumah dan lampu jalan dengan intensitas dan warna yang mirip dengan sinyal UB104 itu sendiri.
Baca Juga:
Komisi V DPR Desak Pemerintah Transparan Ungkap Penyebab Tabrakan Kereta di Bekasi
"Jika pengemudi dapat melihat sinyal bantu dengan jelas, kecelakaan mungkin dapat dihindari. Namun, karena gangguan visual, baik masinis maupun asisten masinis tidak dapat melihatnya dengan baik, yang berarti ada masalah pada sinyal UB," jelasnya.
Masalah lain yang diangkat selama sidang melibatkan keterlambatan komunikasi antar otoritas pengatur perjalanan kereta. Menurut KNKT, kereta perawatan PLB 5568 dan kereta Argo Bromo Anggrek dikelola oleh unit control operasional yang terpisah.
"PK Selatan harus memberi tahu pengawas, pengawas kemudian memberitahu PK Timur, dan baru setelah itu PK Timur dapat menghubungi masinis kereta," ujar Soerjanto.
Baca Juga:
KNKT Bongkar Kendala Investigasi Tragedi Kereta Bekasi Timur: Data Digital Sulit Dibuka
Dia juga menjelaskan rantai komunikasi ini menyebabkan keterlambatan dan menunjukkan adanya aspek yang perlu diperbaiki.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.