Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi fokus utama.
Ruang lingkup kerja sama ini mencakup berbagai sektor, mulai dari energi terbarukan, energi nuklir, hidrogen, penyimpanan energi, efisiensi energi, pengembangan baterai, bioenergi, hingga teknologi pengolahan sampah menjadi energi.
Baca Juga:
Pemerintah Jaga Stabilitas Energi, Harga BBM Subsidi Dipastikan Tetap
Tak hanya itu, pengembangan jaringan listrik cerdas, stasiun pengisian energi, serta sistem energi mandiri untuk wilayah kepulauan juga menjadi bagian dari agenda kerja sama.
Sementara itu, dalam bidang teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS), kedua negara berkomitmen untuk mengimplementasikan teknologi ini guna menekan emisi karbon.
Kolaborasi ini juga membuka peluang pengembangan proyek CCS lintas negara, sekaligus mendorong riset dan komersialisasi teknologi di sektor industri.
Baca Juga:
Posko ESDM RAFI 2026 Resmi Ditutup, Pasokan Energi Dipastikan Aman dan Terkendali
Di sektor mineral kritis, Indonesia dan Korea Selatan akan memperkuat kerja sama mulai dari survei geosains, pengolahan dan pemurnian, hingga daur ulang material.
Selain itu, kedua negara juga akan memperhatikan standar lingkungan, rehabilitasi tambang, serta reklamasi pascatambang guna memastikan keberlanjutan sektor ini.
Kerja sama ini turut melibatkan sinergi antara sektor pemerintah dan swasta, sekaligus mendorong peningkatan investasi dan perdagangan dalam proyek-proyek mineral strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi di masa depan.