WAHANANEWS.CO, Jakarta - Standardisasi nasional memasuki babak baru setelah Donny Purnomo Januardhi Effyandono resmi dilantik sebagai Kepala Badan Standardisasi Nasional oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto di Graha Diktisaintek, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Sebelum dipercaya memimpin BSN, Donny Purnomo Januardhi Effyandono menjabat sebagai Sekretaris Utama BSN dan dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam penguatan standardisasi, metrologi, akreditasi, serta penilaian kesesuaian.
Baca Juga:
HiWaDa Kepri Minta Wali Kota Batam dan Bunda PAUD, Libatkan OPD Terkait Kawal Kasus PG Djuwita
Pelantikan Donny dipandang sebagai momentum strategis untuk memperkuat peran standardisasi dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta peningkatan daya saing nasional.
Dalam sambutannya, Brian Yuliarto berharap BSN di bawah kepemimpinan Donny mampu memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga riset, dunia usaha, kementerian, dan lembaga terkait.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar ekosistem inovasi nasional dapat tumbuh lebih kuat, berkelanjutan, dan memberi dampak nyata bagi pembangunan Indonesia.
Baca Juga:
IKM FIB UI Tegaskan Mahasiswa yang Ikut Kunker Gibran Bertindak Secara Personal
Menurut Brian, standar memiliki posisi strategis sebagai fondasi yang menghubungkan hasil riset dengan kebutuhan industri, pasar, dan masyarakat.
Standar juga disebut menjadi instrumen penting untuk memastikan kualitas, keamanan, keandalan, dan kepercayaan terhadap produk maupun layanan yang dihasilkan.
“Standar adalah bahasa bersama yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan industri, menghubungkan inovasi dengan pasar, serta menghubungkan kualitas dengan kepercayaan,” ujar Brian.
Brian menegaskan bahwa standar yang dikembangkan harus mampu mendorong lahirnya produk-produk Indonesia yang berkualitas, inovatif, dan berdaya saing tinggi di pasar global.
Dengan penguatan standardisasi, hasil riset dan inovasi anak bangsa diharapkan tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi mampu memberi nilai tambah ekonomi dan manfaat langsung bagi masyarakat.
Usai dilantik, Donny Purnomo menyampaikan komitmennya untuk memperkuat peran BSN dalam mendukung berbagai Program Prioritas Nasional melalui standardisasi dan penilaian kesesuaian.
Menurut Donny, standardisasi harus hadir sebagai solusi pembangunan yang mampu menjawab kebutuhan negara sekaligus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Salah satu fokus yang akan didorong BSN adalah penyusunan konsep Hazard Analysis and Critical Control Point atau HACCP untuk program Makan Bergizi Gratis.
Konsep HACCP tersebut disiapkan agar dapat diterapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi tanpa menambah beban pelaksanaan di lapangan.
Selain itu, BSN juga akan mempercepat penyelesaian regulasi terkait Indonesian Sustainable Palm Oil dari sektor hulu hingga hilir dan bioenergi.
Dukungan terhadap implementasi kebijakan Nilai Ekonomi Karbon juga menjadi bagian dari agenda BSN dalam memperkuat standar nasional yang relevan dengan kebutuhan pembangunan berkelanjutan.
Donny turut menegaskan pentingnya penguatan landasan hukum standardisasi nasional melalui revisi Undang-Undang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian.
Revisi tersebut dinilai penting agar sistem standardisasi nasional mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi, dinamika perdagangan global, serta kebutuhan pembangunan yang terus bergerak cepat.
Sejalan dengan arahan Mendiktisaintek, BSN juga akan memperkuat kapasitas organisasi dan sumber daya manusia agar lebih adaptif, responsif, dan berdampak.
“Standardisasi tidak boleh hanya berhenti sebagai regulasi atau dokumen teknis, tetapi harus menjadi instrumen strategis yang mendukung pembangunan nasional, memperkuat daya saing industri, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Donny.
Kiprah Donny dalam dunia standardisasi tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga diakui dalam berbagai forum internasional.
Donny aktif mewakili Indonesia dalam berbagai forum global di bidang standardisasi, metrologi, dan akreditasi.
Sejumlah forum internasional yang pernah diikuti Donny antara lain International Organization for Standardization, International Electrotechnical Commission, Asia Pacific Laboratory Accreditation Cooperation, dan International Laboratory Accreditation Cooperation.
Keterlibatan Donny dalam forum-forum tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perumusan standar dan kerja sama internasional.
Rekam jejak internasional itu juga diharapkan dapat memperluas pengaruh Indonesia dalam penyusunan standar global yang berpihak pada kepentingan nasional.
Atas dedikasi dan kinerjanya sebagai aparatur sipil negara, Donny pernah meraih penghargaan sebagai 10 Besar Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Teladan pada Anugerah Aparatur Sipil Negara Tahun 2018.
Penghargaan tersebut menjadi salah satu bukti pengakuan atas kapasitas kepemimpinan dan kontribusi Donny dalam memperkuat tata kelola kelembagaan.
Dengan kepemimpinan baru ini, BSN diharapkan semakin mampu mengoptimalkan standardisasi sebagai penggerak inovasi, penguat daya saing nasional, dan fondasi penting menuju Indonesia maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Ketertelusuran pengukuran juga dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik, memperkuat daya saing industri, serta mendukung perdagangan yang adil di tingkat nasional maupun global.
Tanpa sistem pengukuran yang andal dan tertelusur, kebijakan publik berisiko dibangun di atas data yang lemah dan sulit dipertanggungjawabkan.
[Redaktur: Sandy]