WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang merumuskan peraturan menteri (Permen) baru mengenai standar pengamanan sistem kelistrikan. Hal ini untuk menekan angka kebakaran akibat arus pendek atau korsleting.
Peraturan baru itu akan mencakup kewajiban penggunaan teknologi pengamanan yang lebih responsif pada instalasi listrik di bangunan publik maupun pemukiman warga.
Baca Juga:
Cegah Korsleting dan Kebakaran, PLN UP3 Cianjur Sampaikan Tips Keamanan Listrik
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan bahwa rencana tersebut untuk meminimalisasi dampak kerugian harta benda maupun jiwa akibat gangguan listrik yang marak terjadi di berbagai daerah. Pihaknya saat ini sedang melakukan proses harmonisasi regulasi agar standar keamanan baru tersebut memiliki landasan hukum yang kuat sebelum diimplementasikan.
"Jadi gini, kalau ini gawai proteksi arus sisa (GPAS), ini kan persoalannya itu adalah kan cukup banyak dampak-dampak terhadap korsleting yang menyebabkan kebakaran. Itu ada kantor pemerintah di beberapa daerah, itu ada pasar, ada rumah masyarakat. Ini kan kita juga membuat untuk arus sisa ini bagaimana pengamanannya," katanya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Selasa (9/6/2026).
Lewat aturan ini, pemerintah berencana mendorong konversi perangkat pengaman dari Miniature Circuit Breaker (MCB) konvensional menjadi Residual Current Circuit Breaker with Overcurrent Protection (RCBO). Perangkat baru tersebut dinilai jauh lebih efektif karena memiliki sensitivitas tinggi dalam mendeteksi kebocoran arus listrik dibandingkan dengan MCB biasa yang jamak digunakan masyarakat saat ini.
Baca Juga:
Pemerintah Awasi Ketat Barang Impor Ilegal, Perusahaan Nakal Bisa Dicabut Izin
"Jadi nanti ada konversi, ini ada RCBO, RCBO ini akan mengganti MCB. Ya selisih harganya itu nanti ini juga tidak seberapa," tambahnya.
Nantinya, penerapan standar baru tersebut akan diprioritaskan untuk area perkantoran serta pasar tradisional yang sering mengalami musibah kebakaran akibat masalah kelistrikan. Penggunaan teknologi RCBO diproyeksikan mampu memutus aliran daya secara otomatis dan menyeluruh dalam waktu singkat saat terjadi anomali beban arus di dalam jaringan.
"Jadi untuk instalasi yang ada di perkantoran, di pasar, jadi itu justru pada saat ada korsleting itu akan mati secara keseluruhan, itu lebih sensitif. Jadi ini dalam rangka pengamanan. Untuk permennya itu juga sudah disiapkan lagi proses harmonisasi," tutup Yuliot.