Namun demikian, upaya tersebut dinilai belum mampu memberikan dampak yang signifikan.
Pasalnya, kenaikan harga avtur yang baru saja ditetapkan turut memberikan tekanan tambahan terhadap tarif penerbangan, sehingga berpotensi membuat harga tiket tetap tinggi.
Baca Juga:
Totok Hedi Santosa Kritik Pola Kemitraan Perhutani, Petani Diminta Lebih Bebas Tentukan Komoditas
“Dari kementerian pariwisata disampaikan salah satunya dihilangkan PPN-nya untuk mengurangi beban tiket. Meskipun kita nggak bisa menghindar dari kenaikan harga avtur, yang minggu lalu sudah diputuskan naik, pasti berpengaruh lagi,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa DPR RI sejak awal telah memberikan perhatian serius terhadap tingginya harga tiket penerbangan domestik yang dianggap tidak rasional.
Bahkan, dalam sejumlah kasus, tarif penerbangan dalam negeri justru lebih mahal dibandingkan dengan rute internasional ke beberapa negara tujuan.
Baca Juga:
Setjen DPR RI Evaluasi Kinerja Anggaran Semester I 2026, Tekankan Tata Kelola yang Efektif dan Akuntabel
“Sebelum naik saja, DPR kita juga sudah teriak-teriak dengan harga tiket domestik yang luar biasa mahal, bahkan jauh lebih mahal daripada tiket ke luar negeri,” tegas Politisi Fraksi PKB ini.
Chusnunia juga menilai bahwa apabila kondisi ini terus berlanjut tanpa solusi yang efektif, maka akan menjadi hambatan besar bagi upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kunjungan wisatawan.
Hal ini tentu berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal yang sangat bergantung pada sektor pariwisata.