WAHANANEWS.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim menyoroti persoalan tingginya harga tiket pesawat yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama menurunnya jumlah kunjungan wisatawan ke Sulawesi Utara.
Hal tersebut ia sampaikan usai mengikuti agenda Kunjungan Reses Komisi VII DPR RI yang berlangsung di Manado, Sulawesi Utara, Selasa (28/4/2026).
Baca Juga:
Tragedi KA di Bekasi Timur, Lasarus Desak Pemerintah Tuntaskan Perlintasan Sebidang
Dalam keterangannya, Chusnunia mengungkapkan bahwa keluhan mengenai mahalnya tarif penerbangan tidak hanya datang dari masyarakat, tetapi juga disampaikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus dalam forum pertemuan tersebut.
Menurutnya, kondisi ini berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan daerah.
“Tadi juga disampaikan oleh Gubernur, salah satu yang membuat kunjungan pariwisata menurun adalah tiket yang mahal,” ujar Chusnunia pada Parlementaria.
Baca Juga:
Puan Maharani Soroti Kasus Kekerasan Daycare di Yogyakarta, Desak Pengawasan Diperketat
Ia menjelaskan, pemerintah melalui kementerian terkait sebenarnya telah berupaya menekan harga tiket pesawat melalui sejumlah kebijakan, termasuk pemberian insentif fiskal.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada komponen tertentu dalam struktur tarif penerbangan.
Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya yang harus ditanggung penumpang.
Namun demikian, upaya tersebut dinilai belum mampu memberikan dampak yang signifikan.
Pasalnya, kenaikan harga avtur yang baru saja ditetapkan turut memberikan tekanan tambahan terhadap tarif penerbangan, sehingga berpotensi membuat harga tiket tetap tinggi.
“Dari kementerian pariwisata disampaikan salah satunya dihilangkan PPN-nya untuk mengurangi beban tiket. Meskipun kita nggak bisa menghindar dari kenaikan harga avtur, yang minggu lalu sudah diputuskan naik, pasti berpengaruh lagi,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa DPR RI sejak awal telah memberikan perhatian serius terhadap tingginya harga tiket penerbangan domestik yang dianggap tidak rasional.
Bahkan, dalam sejumlah kasus, tarif penerbangan dalam negeri justru lebih mahal dibandingkan dengan rute internasional ke beberapa negara tujuan.
“Sebelum naik saja, DPR kita juga sudah teriak-teriak dengan harga tiket domestik yang luar biasa mahal, bahkan jauh lebih mahal daripada tiket ke luar negeri,” tegas Politisi Fraksi PKB ini.
Chusnunia juga menilai bahwa apabila kondisi ini terus berlanjut tanpa solusi yang efektif, maka akan menjadi hambatan besar bagi upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kunjungan wisatawan.
Hal ini tentu berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal yang sangat bergantung pada sektor pariwisata.
Ia mencontohkan, harga tiket pesawat menuju Manado saat ini bisa mencapai Rp4 juta untuk kelas ekonomi, sementara kelas bisnis hampir menyentuh Rp10 juta.
Angka tersebut dinilai tidak kompetitif jika dibandingkan dengan harga tiket ke destinasi luar negeri seperti Australia atau Jepang.
“Gimana orang mau ke Sulawesi Utara, ke Manado, harga tiketnya Rp4 juta untuk ekonomi, bisnisnya hampir Rp10 juta. Hampir sama seperti harga tiket ke Australia atau Jepang, bahkan bisa lebih murah ke luar negeri,” pungkasnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]