“Kalau tidak ada permintaan, tentu tidak akan ada pasokan. Jika para pelaku terus berupaya memasukkan narkotika ke lapas dengan berbagai modus, berarti ada pasar yang dianggap menjanjikan. Ini yang harus diungkap dan diputus,” tegasnya.
Politikus Fraksi PKB itu menilai tingginya harga jual narkotika di dalam lapas dan rutan menjadi salah satu faktor utama yang mendorong para pelaku terus mencari berbagai cara untuk memasukkan barang terlarang tersebut.
Baca Juga:
Agung Widyantoro Soroti Belum Adanya Asas Resiprokal dalam RUU Polri
Karena itu, berbagai modus penyelundupan yang terungkap perlu menjadi perhatian serius seluruh aparat penegak hukum.
Abdullah menekankan pentingnya langkah penindakan yang tidak hanya berfokus pada pelaku lapangan, tetapi juga menyasar aktor-aktor utama yang mengendalikan peredaran narkotika dari balik layar.
Ia meminta adanya pengembangan kasus secara menyeluruh agar rantai distribusi dan jaringan yang terlibat dapat diputus secara permanen.
Baca Juga:
Abduh Soroti Pentingnya Edukasi Publik Usai Terbongkarnya Jaringan Love Scamming Internasional
Untuk itu, ia mendorong Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam mengusut kasus-kasus penyelundupan narkotika hingga ke akar permasalahan.
Langkah tersebut dinilai penting guna mengungkap bandar besar, pemesan, pengendali transaksi, hingga aliran dana yang mendukung operasional jaringan narkotika.
“Keberhasilan menggagalkan penyelundupan tentu patut diapresiasi, tetapi keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika jaringan atau sindikat di belakangnya berhasil dibongkar,” pungkasnya.