WAHANANEWS.CO - Rencana hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia kepada Indonesia menuai sorotan di DPR. Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin mengingatkan usia kapal yang telah mencapai sekitar 40 tahun berpotensi membebani anggaran operasional dan perawatan TNI di masa mendatang.
Hal itu disampaikan TB Hasanuddin dalam rapat kerja Komisi I DPR bersama Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan, Kementerian Keuangan, serta jajaran TNI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Baca Juga:
ALPERKLINAS: Optimalisasi Pengawasan Konstruksi dan Material Kelistrikan Penting untuk Menjamin Keselamatan Konsumen
Hasanuddin menilai Kementerian Pertahanan seharusnya menyampaikan informasi mengenai rencana hibah alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis kepada DPR sejak awal proses pembahasan.
“Ya, kalau itu hibah mortir, meriam yang kecil-kecil, sampai dengan tank mungkin tidak masalah. Tapi kalau ini hibah yang besar dan ini senjata strategis yang bisa berpengaruh terhadap image dari negara-negara tetangga kita, maka mungkin sebaiknya, menurut hemat kami, jangan mendadak seperti sekarang ini,” katanya.
Menurut Hasanuddin, Parlemen Italia telah menyetujui rencana hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi kepada Indonesia sejak 8 Mei 2026 sehingga DPR seharusnya sudah memperoleh informasi lebih awal.
Baca Juga:
Utamakan Keselamatan Konsumen, ALPERKLINAS Serukan Pengawasan Konstruksi dan Material Kelistrikan Lebih Optimal
“Padahal, dalam catatan yang Bapak sampaikan, sejak 8 Mei ini sudah ada pemberian hibah disetujui parlemen Italia. Mungkin kami bisa ada prolog dulu dan kalau memungkinkan bisa diajak diskusi dari awal. Itu yang pertama,” ujarnya.
Meski demikian, Hasanuddin tetap menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Italia atas rencana hibah kapal induk yang disebut bernilai 54.022.426,67 euro.
“Yang kedua, kami harus mengucapkan terima kasih, seperti apa pun, kepada Pemerintah Itali yang telah dan mau memberikan hibah kepada Indonesia berupa kapal induk,” ujar TB Hasanuddin.