Menurut Saadiah, evaluasi lintas sektor menjadi langkah penting agar akar persoalan dapat diidentifikasi secara menyeluruh.
Ia menilai upaya perbaikan tidak hanya menyentuh aspek teknis di lapangan, tetapi juga harus mencakup tata kelola kelembagaan, koordinasi antarinstansi, kesiapan sumber daya manusia, hingga efektivitas sistem mitigasi risiko yang selama ini diterapkan.
Baca Juga:
Tim Komisi V DPR RI Kunker ke Maluku Tinjau Sejumlah Infrastruktur yang Rusak
Lebih lanjut, politisi Fraksi PKS tersebut menegaskan bahwa keselamatan transportasi merupakan isu strategis yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Oleh karena itu, setiap insiden kecelakaan harus dijadikan momentum untuk memperbaiki sistem transportasi nasional secara menyeluruh.
“Ini harus menjadi perhatian serius Komisi V. Kita ingin memastikan bahwa semua moda transportasi, baik udara, darat, maupun laut, benar-benar aman bagi masyarakat,” tegas Politisi Fraksi PKS tersebut.
Baca Juga:
Tahun 2023, Pagu Anggaran Kementerian PUPR Sebesar Rp125,2 Triliun Disetujui Komisi V DPR RI
Selain mempertimbangkan pembentukan Panja, Komisi V DPR RI juga berencana menggelar rapat kerja dan rapat dengar pendapat bersama sejumlah mitra kerja terkait.
Agenda tersebut dilakukan untuk meminta klarifikasi atas berbagai kecelakaan transportasi yang terjadi belakangan ini serta mengevaluasi langkah penanganan yang telah dilakukan pemerintah.
Tak hanya itu, DPR juga membuka peluang untuk melakukan investigasi lapangan apabila dibutuhkan guna memperoleh gambaran yang lebih utuh terkait kondisi di lapangan.