Isu normalisasi hubungan Indonesia dan Israel sejatinya bukan hal baru. Pada 2023, media Israel Ynet melaporkan bahwa selama tiga bulan, kedua negara telah melakukan pembicaraan intensif mengenai pembentukan hubungan resmi.
Laporan itu juga menyebut bahwa Israel bersedia mencabut keberatannya terhadap keanggotaan Indonesia di Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), sebagai bentuk timbal balik atas normalisasi hubungan.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Resmi Buka APKASI Otonomi Expo 2025
Di sisi lain, Jewish Insider juga melaporkan bahwa Presiden Joko Widodo dan Menlu Israel saat itu, Eli Cohen, telah menyetujui rancangan awal perjanjian normalisasi sebagai langkah awal menuju hubungan penuh.
Menurut laporan tersebut, pengumuman rencana itu direncanakan pada Oktober 2023, menyesuaikan dengan agenda Presiden Jokowi yang dijadwalkan ke Gedung Putih, Washington D.C.
Namun, pihak Istana Kepresidenan melalui Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, membantah kabar tersebut.
Baca Juga:
Prabowo Tegaskan Pasal 33 UUD 1945 sebagai Fondasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional
"Informasi yang disampaikan itu sama sekali tidak benar," kata Ari dalam pesan singkat singkat yang diterima Antara, Kamis 29 Februari 2024..
Senada, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga menegaskan bahwa posisi Indonesia belum berubah.
Ia menolak keras rencana normalisasi dengan Israel dan menyatakan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina tetap menjadi prioritas.