Untuk mengurangi dampak kekeringan, BMKG bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta sejumlah pihak swasta dalam pelaksanaan modifikasi cuaca.
"Pengisian waduk-waduk yang ada di Indonesia, kita punya 240 waduk, beberapa, memang tidak semua, itu kita coba isi agar bisa difungsikan untuk PLTA, bisa difungsikan untuk irigasi, dan air bersih," ujarnya.
Baca Juga:
Bandung Mendadak Terasa Membeku, BMKG Ungkap Penyebab Udara Dingin Menusuk
Teuku menjelaskan pengisian waduk melalui modifikasi cuaca diharapkan mampu menjaga ketersediaan air baku, mendukung pembangkit listrik tenaga air, serta memenuhi kebutuhan irigasi pertanian selama musim kemarau.
BMKG juga memastikan bahwa kondisi iklim Indonesia saat ini telah memasuki kategori El Nino kuat.
Fenomena tersebut ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik hingga lebih dari 0,5 derajat Celsius dibandingkan kondisi normal.
Baca Juga:
BMKG Ingatkan Ada Petaka Mengintai RI, Terjadi Dalam Hitungan Bulan
Apabila ambang tersebut telah terlampaui, Indonesia dinyatakan memasuki fase El Nino aktif yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan di berbagai wilayah.
"Untuk saat ini kondisinya sudah masuk ke El Nino kuat," ujar Teuku.
Pemerintah menyatakan akan terus memantau perkembangan cuaca dan iklim serta memperkuat langkah mitigasi guna mengurangi dampak El Nino terhadap masyarakat maupun sektor-sektor strategis nasional.