“Bukan teori saya ngomong, ini dinyatakan langsung oleh emak-emak yang tiap malam saya temui, mereka bilang program MBG sangat membantu, manfaatnya luar biasa, kebutuhan pemenuhan gizi anak bisa terbantu dengan program ini,” tutur Habiburokhman.
Ia mengingatkan agar masyarakat tetap objektif ketika mengkritik kebijakan pemerintah dan tidak serta-merta menolak seluruh program hanya karena adanya kekurangan teknis yang sebenarnya bisa diperbaiki.
Baca Juga:
Kecelakaan Tengah Malam Merenggut Nyawa Gary Iskak, Polisi Ungkap Temuan Awal
“Kita harus fair kritis, bahkan super kritis, yang tidak baik kita perbaiki, yang sudah baik kita dukung, jangan sampai diperalat dalam satu kondisi, pokoknya semua ditentang, lah kalau bagus gimana mau menentang,” ucapnya.
Habiburokhman menegaskan bahwa DPR dan pemerintah tetap berkomitmen memperbaiki sistem pelaksanaan MBG agar semakin tepat sasaran dan transparan tanpa mematikan program yang sudah membawa manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurut dia, aspirasi rakyat yang ingin melanjutkan program ini adalah sinyal kuat bahwa MBG harus diperbaiki, bukan dihentikan di tengah jalan.
Baca Juga:
Menembus Cuaca Ekstrem di Sumut, Dedikasi Tanpa Henti PLN Panen Dukungan Netizen
“Kalau rakyat minta dilanjutkan karena merasa bermanfaat, tentu kita dukung, tapi kita juga ingin terus ada perbaikan, pemerintah pasti juga menginginkan hal yang sama,” ujar Habiburokhman.
Pernyataan itu muncul bersamaan dengan dukungan yang disampaikan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) terhadap beberapa program pemerintahan Prabowo-Gibran, termasuk MBG dan legalisasi tambang rakyat sebagai skema pemerataan ekonomi.
Dalam forum tersebut, perwakilan AMAN, Muhammad Fadli dari Universitas Malikussaleh, menyebut program-program tersebut mulai menyentuh kebutuhan riil masyarakat dan membuka akses keadilan ekonomi bagi kelompok akar rumput.