WahanaNews.co | Pemerintah Indonesia berupaya mereduksi energi fosil yang kini jumlahnya semakin menipis dengan memanfaatkan tanaman jenis sawit dan kemiri untuk menghasilkan energi berkelanjutan yang sejalan dengan kerangka konvensi perubahan iklim.
"Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian terus melakukan riset dan inovasi dalam pengembangan bahan bakar nabati," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian Fadjry Djufry dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (6/8/2022).
Baca Juga:
Kementan Raih Penghargaan Sangat Baik untuk Penilaian Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Tahun 2024
Fadjry mengatakan kelapa sawit adalah sumber energi yang paling siap dan potensial.
Indonesia merupakan penghasil minyak sawit mentah terbesar dan memiliki perkebunan kelapa sawit terluas di dunia.
Pemerintah melalui unit pelaksana teknis Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) Kementerian Pertanian telah berhasil mengembangkan bahan bakar nabati berbahan dasar kelapa sawit, yaitu B-100 dengan tahapan pengujian sebanyak tiga kali.
Baca Juga:
Sinergi Kementan dan Densus 88 Perkuat Swasembada Pangan
Pada uji jalan B100, Balittri melakukan perbandingan uji coba dengan pertadex. Hasilnya menunjukkan bahwa emisi yang dihasilkan lebih baik dari pertadex dengan hasil efisiensi serta tenaga yang dihasilkan setara dengan Pertadex.
Selain itu, satu liter B100 mampu menempuh jarak 13,1 kilometer atau setara dengan 26,7 persen lebih efisien dibandingkan penggunaan bahan bakar berbasis fosil dalam jumlah yang sama.
Ballittri juga melakukan pengembangan pemanfaatan kemiri sunan.