WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kehadiran komunitas Yahudi di Indonesia tidak sebanyak catatan kehadiran enam agama yang dianut masyarakat Indonesia.
Selain populasi yang minim, kehadiran mereka juga tidak menonjol. Komunitas Yahudi Tondano, Sulawesi Utara, boleh dibilang satu-satunya yang sering diangkat ke pemberitaan.
Baca Juga:
Swiatek Ukir Sejarah di Wuhan Open 2025, Raih 60 Kemenangan Empat Musim Beruntun
Kini setelah komunitas Yahudi India Bnei Menashe diajak ke Israel, komunitas Yahudi Tondano juga diajak pulang ke negeri Benyamin Netahyahu itu. Rabbi Yaakov Baruch menceritakan soal ajakan tersebut.
"Tawaran itu ada tapi tidak secara formal hanya non-formal saja," kata Yaakov melalui pesan singkat, melansir CNNIndonesia.com, Rabu (26/11/2025).
Yaakov ternyata lebih memilih tetap di Indonesia dengan pertimbangan ingin mengurus komunitas Yahudi di sini, yang jumlahnya memang sedikit.
Baca Juga:
Sanae Takaichi Terpilih Pimpin LDP, Berpeluang Jadi Perdana Menteri Perempuan Pertama Jepang
Hadir sejak era kolonialisme
Kehadiran komunitas Yahudi di tanah air jauh sebelum kemerdekaan. Tercatat mereka datang bersamaan dengan para pedagang rempah ke sejumlah kepulauan.
Dalam jurnal religio Universitas Gajah Mada pada 2012, Leonard Chrysostomos Epafras menulis dalam "Realitas Sejarah dan Dinamika Identitas Yahudi Nusantara" bahwa orang Yahudi datang sejak bangsa Portugis masuk ke Asia Tenggara, termasuk Hindia Belanda.