Ketiga rabbi itu akhirnya mendorong Kerajaan Belanda mengalokasikan dana untuk survei komunitas Yahudi di Hindia Belanda yang digagas Benjamin.
"Kelompok Yahudi di sana layak memiliki sinagoge dan pemakaman khusus," tulis Hadler mengutip perkataan para rabbi itu.
Baca Juga:
Kementerian Agama Baka Gelar Natal Bersama: Pertama dalam Sejarah
Meskipun telah mendapatkan rekomendasi dari sejumlah profesor dari perguruan tinggi yang berpusast di Leiden dan Delft, Benjamin urung berangkat ke Hindia Belanda. Pemerintah Belanda menolak permintaan Benjamin. Perjalanan itu pun batal.
Empat tahun setelah kegagalan Benjamin, utusan rabinikal Yerusalem bernama Jacob Halevy Saphir (1822-1886), tiba di Batavia (Jakarta) pada tahun 1861.
Dalam bukunya, Saphir melaporkan keberadaan sekitar dua puluh keluarga Yahudi "Ashkenazi" (Yahudi dari Eropa tengah dan timur) dari Belanda di Batavia, di Surabaya dan di Semarang, tetapi menyatakan keprihatinannya terhadap masa depan mereka karena mereka tidak menjalankan tradisi Yahudi dan banyak yang menikah dengan wanita non-Yahudi.
Baca Juga:
Swiatek Ukir Sejarah di Wuhan Open 2025, Raih 60 Kemenangan Empat Musim Beruntun
Saphir juga berpendapat bahwa atas permintaannya, komunitas Amsterdam mengirim seorang rabbi ke kepulauan itu yang mencoba mengatur kehidupan komunitas di Batavia dan di Semarang. Namun, rabbi itu meninggal sebelum menyelesaikan pekerjaannya, seperti ditulis Ayala Klemperer-Markman dikutip dari situs theindoproject, situs tentang orang-orang Belanda yang pernah hidup di Hindia Belanda.
Pada 1921, penyandang dana Zionis, Israel Cohen berkunjung ke Jawa. Ia menyebut bahwa saat itu terdapat sekitar 2.000 Yahudi yang menetap di Pulau Jawa.Pada tahun 1920-an, komunitas Yahudi mulai terlihat ketika munculnya Association for Jewish Interests in the Dutch East Indies dan World Zionist Conference (WZC) di kota-kota seperti Batavia, Bandung, Malang, Medan, Padang, Semarang, dan Yogyakarta.
Organisasi ini, yang bermarkas di London, didirikan pada tahun 1920 dan berperan sebagai organisasi pengumpul dana untuk mendukung gerakan Zionis.