Menurutnya, situasi tersebut berpotensi dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk melemahkan posisi Prabowo di mata publik.
"Masyarakat tentu akan marah, mengorganisir kekuatan untuk melakukan demo besar-besaran kepada Prabowo dan mereka berharap Prabowo akan digulingkan oleh masyarakat," katanya.
Baca Juga:
Pertamina Patra Niaga Jalin Kerja Sama dengan Dukcapil Perkuat Ketepatan Penyaluran Subsidi Energi
Sebelumnya, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla juga menyampaikan kritik terhadap kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).
Kebijakan WFH yang diterapkan setiap hari Jumat disebut sebagai langkah penghematan energi di tengah tekanan geopolitik global terhadap pasokan BBM.
Namun menurut JK, efektivitas kebijakan tersebut masih perlu dipertanyakan.
Baca Juga:
Soal Stok BBM RI, Bahlil Pastikan Aman di Atas Standar Minimum
Ia menilai bahwa meskipun mobilitas pegawai berkurang, penggunaan energi di gedung perkantoran tetap berjalan seperti biasa.
Konsumsi listrik untuk operasional seperti pendingin ruangan, pencahayaan, dan perangkat kerja masih bergantung pada pembangkit listrik, termasuk yang berbasis batu bara.
Selain itu, JK juga menyoroti potensi penurunan produktivitas ASN akibat penerapan WFH.